Parametric façade merupakan prototype fasad parametrik dalam bentuk ruangan berskala 1:100 yang dilengkapi dengan jendela kaca dan double skin façade. Double skin façade ini dirancang dengan metode desain parametric dengan tujuan eksplorasi desain kreatif untuk menghasilkan variasi desain kulit bangunan yang sangat luas dan hampir tidak terbatas, guna menjawab keresahan masyarakat pada umumnya dan arsitek pada khusunya mengenai aturan selubung bangunan yang dianggap terlalu membatasi.

Wonder wander adalah hasil karya tensegrity architecture yang dilakukan oleh salah satu kolaborator peneliti Dorxlab yaitu Annisa Putri Cinderkasih, yang dibuat untuk berpartisipasi dalam pameran Wirama, a Parallel Exhibition of FKY 2019. Instalasi tensegrity dengan menggunakan material bambu ini berangkat dari gagasan mengenai versatility dari material bambu yang dihadirkan dengan metode dan teknik yang berbeda ketika dibawa masuk ke dalam event pameran seni rupa. Dalam proses pembuatan instalasi ini, Annisa mempertanyakan kembali mengenai praktik-praktik kesenian yang lebih luas, teknik-teknik dan metodologi peletakan karya baru dalam sebuah galeri yang sekiranya melulu digantung, dipajang, ataupun diletakkan begitu saja, serta bagaimana jikalau kerya tersebut berpindah dan tercerabut dari konteks keberadaannya di dalam galeri.
Telah berlangsung training PLC, HMI dan Universal Robot pada tanggal 5 dan 6 Juli 2019 di Laboratorium Komputer, Lantai 1, Departmen Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, UGM.
Waktu pelaksanaan: 5 dan 6 Juli 2019 pukul 09.00-17.00 WIB*
Projek ini mengaplikasikan sistem pattern geometry dengan membuat bidang bisa bergerak bersama secara berputar (rotate) dengan 2 tipe pergerakan yang berbeda dan pola panel yang selang-seling.
Tutorial ini mengenai cara memodifikasi gerak bidang yang diletakkan secara teratur dalam grid persegi panjang menjadi gerak bidang yang responsif dan dinamis terhadap objek tertentu (Attractor Point) sehingga dapat dimanipulasi dengan mudah. Software yang digunakan: Rhinoceros dengan plugin Grasshoper
Tutorial ini menggambarkan tahapan perancangan pada grasshopper dalam menerapkan sistem cull pattern pada sebuah bidang sehingga terbentuk pola yang terintegerasi satu sama lain. Dengan mengubah sudut putaran bidang pada aksis diagonal persegi, timbul pergerakan pada pola tersebut sebagaimana yang dapat diterapkan pada arsitektur kinetik.
Projek ini mengaplikasikan sistem attractor point pada grid 9×9 yang mampu berputar searah sumbu X (horizontal) mengikuti titik atraktor.
Aplikasi penggunaan attractor point Grasshopper pada software pemodelan Rhino dalam membuat Responsible Facade berbentuk rotated curtain
Pembuatan Projek Desain Parametrik menggunakan Attractor Point Grasshopper pada software Rhinoceros dengan pergerakan rotate 360º sumbu diagonal persegi
